*/?>

Pentingnya 'Critical Thinking'

Pendidikan
Reporter : Bernetta, 16 Jun 2020
Sumber gambar : Toggl
Sumber gambar : Toggl

Waktu kuliah adalah waktu paling penting untuk mendorong kemampuan analitis individu, yang mungkin belum didapatkan di bangku SMA. Di masa ini pula, individu berkembang pandangannya dan berbuah sehingga mampu menggunakan pemikiran rasional dalam bertindak.

Ya, memang terdengar rumit. Namun, idealnya, mahasiswa memang memiliki kemampuan dasar berpikir lebih dalam dibandingkan siswa SMP/SMA. Anggap saja, keduanya berada di realm berbeda. Jika yang satu (agak sedikit) bebas bertindak, maka yang lainnya harus berpikir sebelum bertindak dan menentukan pilihan. Nah, lalu bagaimana kita, sebagai mahasiswa baru, memperoleh kemampuan berpikir dasar itu? Jawabannya adalah dengan memahami dan menerapkan critical thinking.  

Critical thinking adalah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Ini mencakup kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran reflektif dan mandiri. Seseorang dengan keterampilan berpikir kritis dapat melakukan hal berikut:

  • memahami hubungan logis antara gagasan
  • mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi argumen
  • mendeteksi ketidakkonsistenan dan kesalahan umum dalam bernalar
  • menyelesaikan masalah secara sistematis
  • mengidentifikasi relevansi dan pentingnya gagasan
  • merenungkan pembenaran keyakinan dan nilai-nilai seseorang sendiri

Yap, critical thinking adalah satu set alat yang idealnya menjadi armor perangmu di dunia perkuliahan. Mengapa demikian? Dilansir dari linkedin.com, critical thinking menjadi penting karena:

  • Mereka yang mampu berpikir dengan baik dan memecahkan masalah secara sistematis adalah aset dalam karir apa pun.
  • Penting meningkatkan keterampilan intelektual yang fleksibel, dan kemampuan untuk menganalisis informasi serta mengintegrasikan beragam sumber pengetahuan dalam memecahkan masalah.
  • Membantu kita ¬†menganalisis struktur logis teks, pemikiran kritis juga meningkatkan kemampuan pemahaman.
  • Membantu kita menjadi problem solver yang kreatif
  • Membantu kita merefleksikan diri

Lalu bagaimana memperoleh kemampuan berpikir sistematis? Satu hal yang  pasti, selain membaca banyak hal, perlu pula kita menerapkan apa yang udah kita anggap paham secara teoritis ke dalam kegiatan berpikir aktif. Bentuknya bisa berupa diskusi atau debat. Bisa juga dalam bentuk internalisasi pengetahuan yang kita miliki dan menghubungkannya dengan ide-ide baru. Itu artinya, critical thinking bukanlah keberuntungan untuk segelintir orang, melainkan proses belajar.

Perlu diingat, selain berlatih dalam menyampaikan pikiran saat debat atau diskusi, memiliki sikap yang tepat saat dihadapkan pada sebuah situasi menjadi penting. Jika kamu ingin bisa berpikir kritis, maka kamu tidak boleh anti-kritik, tidak boleh hanya mengandalkan firasat, harus selalu berusaha mencari jawaban atas pertanyaan dan selalu mengevalusi diri.

Maka dari itu, rajinlah membaca, berpikir dan jangan malu berargumentasi. Selalu rendah hati menerima masukan, merefleksikan diri dan berkembanglah!